22 January 2019

Rangkuman Mengenal Komponen Dan Cara Kerja Relay

Relay adalah salah satu dari komponen elektronika yang berupa saklar atau switch elektrik yang dioperasikan dengan metode secara listrik yang terdiri dari 2 bagian penting dan paling utama yaitu Elektromagnet (coil) dan mekanikal (seperangkat kontak Saklar/Switch).


relay
relay


Prinsip Kerja dari Relay
Komponen elektronika relay menggunakan prinsip elektromagnetik untuk menggerakan komponen saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil atau biasa disebut dengan low power dapat dengan mudah menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Berikut adalah simbol dari komponen elektonika relay.

Mengenal Komponen Dan Cara Kerja Relay
simbol relay


Fungsi Komponen Relay
Seperti yang telah di jelaskan di atas bahwa relay sendiri memiliki fungsi sebagai saklar elektrik, namun jika Sobat akan mengimplimentasikan ke dalam rangkaian elektronika, relay memiliki fungsi-fungsi yang cukup unik. Berikut adalah beberapa fungsi dari relay jika di aplikasikan ke dalam sebuah rangkaian elektronika.
1. Sebagai sirkuit tegangan tinggi dengan menggunakan bantuan signal tegangan rendah.
2. Sebagai menjalankan logic function atau fungsi logika.
3. Memberikan fungsi time delay function atau fungsi penundaan waktu.
4. Sebagai melindungi motor atau komponen lainnya dari kerusakan korsleting atau kelebihan tegangan.

Cara Kerja Dari Relay
Mengenal Komponen Dan Cara Kerja Relay
cara kerja dari relay

Jika Sobat sudah mengetahui pengertian serta fungsi dari komponen relay, Sobat juga harus mengetahui cara kerja atau prinsip kerja dari relay ini. Namun sebelumnya Sobat perlu mengetahui bahwa di komponen relay terdapat 4 bagian penting antara lain electromagnet (coil), Armature, Switch Contact Point (saklar) dan spring. Sebagai gambaranya bisa Sobat lihat gambar di bawah ini.
Kontak point kompinen pada relay terdiri dari 2 jenis:
1. Normally Close (NC) sebagai kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada pada posisi close atau tertutup.
2. Normally Open (NO) seagai kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berapa pada posisi open atau terbuka.

Berdasarkan gambar yang bisa Sobat lihat, iron core (besi) yang dililitkan oleh kumparan coil berfungsi sebagai pengendali dari iron core tersebut. Ketika komponen dari kumparan coil di berikan arus listrik, maka akan timbulah gaya elektromagnet sehingga akan menarik Armature kemudian akan berpindah posisi yang awalnya dari NC (tertutup) kepada posisi NO(terbuka) lalu menjadi saklar yang dapat menghantarkan arus listrik di posisi NO.

Posisi dari Armature yang tadinya dalam kondisi close akan menjadi kondisi open atau terhubung. Armature sendiri akan kembali keposisi close jika tidak dialiri listrik. Coil yang tadinya digunakan untuk menarik Contact Point ke posisi close umunnya banyak membutuhkan arus listrik yang relatif kecil atau low.

Nah itulah artikel mengenai komponen dari komponen elektronika yaitu relay, semoga artikel ini bermanfaat bagi Sobat serbacaramudah.com yang sedang mempelajari komponen tersebut.